Berita Pendidikan Publik Tentang Berbagai Kebijakan Baru Pemerintah

Berita Pendidikan Publik Tentang Berbagai Kebijakan Baru Pemerintah

Dampak dari wabah virus Corona benar-benar merasuk ke dalam segala sektor dan segala lini kehidupan masyarakat. Para siswa yang baru saja masuk ke dalam tahun ajaran baru juga terdampak. Berita pendidikan publik sangat diperlukan untuk menjelaskan segala macam kondisi baru yang terjadi akibat kebijakan baru pemerintah dalam usaha untuk tetap menyediakan pendidikan yang baik bagi masyarakat tapi tetap berada dalam protokol kesehatan dalam menghadapi wabah. Langkah-langkah ini diambil untuk membatasi kontak dengan manusia lain dan membatasi penularan virus Covid-19. Hampir semua kebijakan yang dikeluarkan pemerintah melalui menteri pendidikan menjadi polemik di tengah masyarakat hal ini disebabkan karena kebijakan ini sering dinilai memberikan tekanan lebih besar terhadap ekonomi rakyat yang saat ini sepenuhnya telah terdampak wabah virus Covid-19

Salah satu kebijakan yang paling kontroversial adalah kebijakan bagi guru-guru sekolah untuk memenuhi kuota tatap muka secara online selama 24 jam pada satu minggu. Cara ini digunakan sebagai solusi untuk tetap memberikan siswa kesempatan untuk belajar tatap muka walaupun mereka dilarang datang ke sekolah. Ide ini sebenarnya cukup bagus tapi sangat membebani para guru yang tidak semuanya memiliki kemampuan untuk mengoperasikan sistem konferensi secara online dan tidak pula memiliki fasilitas yang memadai untuk melakukan hal ini. Begitu banyak masalah dan keluhan yang muncul dari para guru, mulai dari tidak tersedianya jaringan internet di sekolah sampai permasalahan fasilitas smartphone untuk  memberikan pengajaran pada siswa. Permasalahan ini juga memunculkan berbagai tuntutan bagi para guru.

Masalah melakukan pengajaran secara online sebenarnya bukanlah hal yang sulit dipelajari. Bagian yang sulit adalah menyediakan peralatan yang sesuai untuk kebutuhan tersebut. Sekolah harus memiliki jaringan internet, para guru harus memiliki smartphone yang memadai untuk melakukan siaran langsung online. Belum lagi permasalahan penataan ruang untuk menjalankan proses mengajar dengan baik. Permasalahan seperti ini adalah hal umum untuk terjadi di sekolah karena semua sistem pengajaran online ini adalah hal baru bagi mereka. Para pengajar ingin mendapatkan bantuan biaya untuk pengaduan fasilitas yang dibutuhkan dalam menyediakan fasilitas pengajaran online ini. Hal ini tentu saja tidak murah untuk menyediakan biaya dalam skala nasional pemerintah pasti tidak akan memiliki cukup uang.

Berita Pendidikan Publik Mengenai Pembukaan Sekolah Di Zona Kuning

berita pendidikan publik

Berita pendidikan pada masa kini mulai membahas mengenai beberapa permasalahan penting yang terkait dengan hal kesulitan memberikan pengajaran dengan cara baru ini. Salah satu berita pendidikan publik yang paling menarik adalah dihentikannya kewajiban untuk memberikan pengajaran sebanyak 24 jam dalam satu minggu. Aturan ini dikeluarkan sebagai jawaban untuk para guru yang terus mengeluhkan kesulitan untuk mencapai kuota tersebut. Oleh karena itu kebijakan ini dikeluarkan agar para guru tidak lagi wajib untuk memberikan pengajaran dalam jumlah waktu yang telah ditentukan dan dipersilahkan untuk memangkas sebagian besar beban ajar hingga dimaksimalkan untuk hal yang esensial saja.

Aturan ini kemudian sejalan dengan beberapa kejadian yang membuat dunia pendidikan tidak lagi diresahkan oleh keharusan untuk melakukan pengajaran online ini. Di beberapa tempat sekolah sudah bisa dibuka. Sekolah yang berada di zona kuning dapat melakukan kegiatan belajar mengajar selama protokol kesehatan yang berhubungan dengan antisipasi penularan wabah telah dilakukan. Langkah ini memang menjadi sebuah kondisi yang bisa mendatangkan banyak kekhawatiran tapi di sisi lain kejadian ini menjadi sesuatu yang melegakan bagi masyarakat. Banyak pihak yang menjadi diuntungkan dengan dibukanya sekolah. Para orang tua murid tidak perlu lagi menyediakan fasilitas mahal yang diperlukan untuk pendidikan anak mereka. Selain itu guru juga bisa  bernafas sedikit lebih lega dengan menurunnya pengeluaran yang diperlukan untuk menunaikan tugas mereka.

Kondisi Pendidikan yang Makin Memprihatinkan

berita pendidikan publik

Kondisi pendidikan pada saat ini makin memprihatinkan. Setelah wacana perubahan kurikulum untuk hal yang dirasa tidak diperlukan terdapat perubahan yang kembali dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk mengatasi masalah Covid-19 ini. Langkah ini adalah diterbitkannya kurikulum baru yang disebut dengan kurikulum darurat. Kurikulum ini diberikan pada siswa sebagai sebuah jalan untuk memberikan pengajaran online yang lebih efektif. Langkah ini dianggap perlu karena perbedaan perlakuan pada berbagai daerah dalam hal kebijakan pendidikan mereka. Daerah yang relatif aman dari Corona dapat sekolah seperti biasa, sedangkan daerah yang masih berbahaya harus melakukan hal ini secara online.

Berbagai keringanan yang saat ini sering disebut sebagai relaksasi dikeluarkan oleh pemerintah untuk membuat keadaan menjadi lebih mudah bagi para guru dan orang tua. Walaupun berita pendidikan publik telah menyampaikan kabar baik, terdapat juga dampak pada anak-anak siswa ajar yang mengalami kesulitan sendiri ketika berhubungan dengan kegiatan pengajaran online. Proses belajar tatap muka akan menjadi salah satu kegiatan belajar yang jauh lebih baik jika dibandingkan dengan pengajaran online sehingga kemampuan siswa pada tahun ini memiliki perbedaan yang signifikan.